Panduan Membeli Tanah dan Rumah, Ketahui Jenis Surat-surat Tanah dan Rumah SHM, SHGB, SHP, Girik, AJB dan SHRS

Panduan Membeli Tanah dan Rumah, Ketahui Jenis Surat-surat Tanah dan Rumah SHM, SHGB, SHP, Girik, AJB dan SHRS

Panduan-Membeli-Tanah-dan-Rumah-Ketahui-Jenis-Surat-surat-Tanah-dan-Rumah-SHM-SHGB-Girik-AJB-dan-SHRS
Apakah sahabat www.prantau.com memiliki rencana membeli tanah dan rumah? Semoga impian sahabat www.prantau.com untuk memiliki tanah dan rumah dalam waktu dekat dapat segera terwujud. Aaaamiiin.


Tentu saja sahabat www.prantau.com sudah sering searching-searching di Google tentang perumahan subsidi maupun non subsidi bukan? Nah, saat membaca brosur spesifikasi rumah dari developer, tidak semua orang mengetahui istilah-istilah di industri properti, iya kan?

Apakah sahabat www.prantau.com sempat membaca istilah SHM, SHGB, SHP, Girik, AJB dan SHRS saat melihat-lihat brosur properti? www.prantau.com yakin, pasti pernah. Kemudian, muncul pertanyaan :

Apa perbedaan SHM, SHGB, Girik, AJB dan SHRS?

Saat membeli sesuatu, dokumen jual beli sebagai bukti dokumen resmi berganti pemilik, itu harus ada. Wajib hukumnya. Mengapa? Karena berkaitan dengan legalitas dan kelangsungan kepemilikan properti pada pemilik baru.

Begitu pula saat membeli tanah dan rumah. Dokumen penting berupa surat-surat tanah dan rumah harus teliti dibaca, dipelajari, dan disimpan sebaik mungkin.

Tidak mau kan ketika suatu hari nanti mendapatkan gugatan dari pihak lain karena saat transaksi jual beli tidak memperhatikan status tanah dan rumah yang dibeli? Karena belakangan ini banyak oknum memperjualbelikan tanah dan rumah yang masih dalam status sengketa.

Seperti tanah dan rumah warisan yang sering menjadi objek sengketa. Karena keserakahan oknum anggota keluarga yang tidak sabar ingin segera mendapatkan warisan, sampai rela memulai konflik dengan sesama keluarga sendiri.

Oleh karena itu, agar sahabat www.prantau.com terhindar dari oknum-oknum penjual yang tidak berrtanggungjawab, maka sahabat www.prantau.com harus mengetahui jenis surat-surat tanah dan rumah yang terdiri dari SHM, SHGB, SHP, Girik, AJB dan SHRS.

Dengan mengetahui arti SHM, SHGB, SHP, Girik, AJB dan SHRS, sahabat www.prantau.com akan mengetahui perbedaan masing-masing surat-surat tanah dan rumah tersebut.

SHM (Sertifikat Hak Milik)

Mengutip dari Wikipedia, Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah jenis sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) -Kantor Agraria, read- kepada pemilik sah dan pemilik SHM memiliki hak penuh atas kepemilikan tanah pada kawasan dengan luas tertentu yang telah disebutkan dalam isi sertifikat tersebut.

Berdasarkan sirusa.bps.go.id, jenis bukti kepemilikan tanah terbagi menjadi 4 variabel. SHM memiliki 2 variabel, yaitu kode 1 dan kode 2. Kode 1 adalah SHM atas tanah yang diterbitkan kepada pemilik tanah (salah satu ART/Anggota Rumah Tangga) oleh BPN.

Kode 2 adalah SHM atas tanah yang diterbitkan oleh BPN kepada pemilik tanah yang bukan termasuk ART (Anggota Rumah Tangga).

Kelebihan properti SHM (Sertifikat Hak Milik)

  1. Sertifikat Hak Milik (SHM) memiliki kedudukan tertinggi dan manfaat paling besar bagi pemiliknya.
  2. Hak milik atas tanah berlangsung selamanya selama pemiliknya masih ada.
  3. Harga jual lebih tinggi karena banyak dicari.

SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan)

Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) adalah legalitas kepada seseorang atau badan usaha untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan diatas tanah yang bukan miliknya sendiri. Biasanya tanah tersebut adalah tanah pemerintah, tanah yang dimiliki perseorangan atau badan hukum.

Properti berstatus HGB biasanya dikelola oleh developer seperti pengembang-pemborong perumahan atau apartemen, pertokoan, dan gedung perkantoran.

Masa berlaku Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)

Masa berlaku Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) adalah sampai 30 tahun dan dapat diperpanjang sampai 20 tahun kemudian.

Kelebihan properti SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan)

  1. Efisien untuk pelaku usaha yang sedang merintis dan berkembang.
  2. Dapat disewa oleh WNA (Warga Negara Asing).

Apakah SHGB bisa menjadi SHM?

Menurut artikel www.99.co, properti HGB dapat menjadi SHM setelah masa berlaku habis. HGB yang dapat menjadi SHM adalah lahan milik negara dan hanya untuk WNI (Warga Negara Indonesia).

Demikianlah artikel tentang jenis-jenis sertifikat tanah dan rumah di Indonesia. Semoga ilmu ini bermanfaat untuk sahabat www.prantau.com di mana pun berada.